UNY Dampingi Guru SMA Susun Instrumen Penilaian Pembelajaran Berdiferensiasi
- Jul 12, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan pendampingan penyusunan instrumen penilaian pembelajaran berdiferensiasi bagi guru SMA, Ahad (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.
Dosen Departemen Pendidikan Fisika UNY, Tsania Nur Diyana, mengatakan bahwa pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman guru dalam menyusun instrumen penilaian yang adaptif, valid, dan reliabel.
Menurutnya, pengembangan instrumen penilaian perlu disesuaikan dengan strategi pembelajaran yang digunakan di kelas. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, asesmen awal menjadi salah satu dasar penting untuk memetakan kebutuhan, kesiapan, dan karakteristik belajar peserta didik.
“Pengembangan asesmen harus selaras dengan metode pembelajaran yang digunakan. Salah satu strategi penting adalah memanfaatkan pre-asesmen atau asesmen awal sebagai dasar merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penilaian dalam pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfungsi mengukur capaian belajar, tetapi juga membantu guru menentukan pendekatan pembelajaran yang lebih tepat. Dengan instrumen yang baik, guru dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai perkembangan peserta didik.
Tsania menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari tim pengabdian, pendamping praktik, dan tim teknis pelaksanaan kegiatan. Pelibatan mahasiswa dinilai dapat memperkuat pengalaman akademik sekaligus mendukung peningkatan indikator kinerja perguruan tinggi.
“Kolaborasi ini memperkuat peran dosen dalam pengabdian sesuai bidang keilmuan asesmen dan evaluasi pembelajaran, sekaligus membangun kemitraan yang lebih produktif dan berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan sekolah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyiapkan dokumen kerja sama dan rencana tindak lanjut sebagai bentuk keberlanjutan program. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran.
Melalui pendampingan ini, guru SMA diharapkan semakin mampu menerapkan penilaian yang berorientasi pada kebutuhan belajar peserta didik. Dengan demikian, kualitas pembelajaran dapat meningkat secara lebih merata, adaptif, dan berkelanjutan. (Athiful/KIM Depok)