KUA Depok Sleman Perkuat Gerakan Ekoteologi Remaja Masjid dan Majelis Taklim

  • Jun 27, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman memperkuat gerakan ekoteologi kepada Remaja Masjid Al-Mukhlasin Pringgolayan, Kalurahan Condongcatur, yang merupakan Juara I Gen Z Memakmurkan Masjid Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026, serta perwakilan majelis taklim se-Kapanewon Depok, Jumat (26/6/2026). 

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.

Kepala KUA Depok, Abu Hanifah, menegaskan bahwa ekoteologi merupakan gerakan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan pelestarian lingkungan sebagaimana dipelopori oleh Kementerian Agama. Menurutnya, alam tidak hanya dipandang sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai ciptaan Tuhan yang wajib dijaga dan dilestarikan.

“Menjaga bumi merupakan bagian dari ibadah dan wujud nyata keimanan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat, dimulai dari keluarga, masjid, hingga komunitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Nilai-nilai agama dinilai mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Bahasa agama sangat efektif untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Ketika merawat alam dipahami sebagai bagian dari menjalankan perintah agama, maka kesadaran untuk melestarikan lingkungan akan tumbuh dari dalam diri setiap individu,” katanya.

Melalui gerakan ekoteologi, Abu Hanifah berharap remaja masjid dan majelis taklim dapat menjadi pelopor dalam mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di tengah masyarakat. 

“Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)