Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo Perkuat Perencanaan Pengelolaan Sampah
- Jul 22, 2026
- KIM Depok
- Lingkungan, Pemerintahan
SLEMAN. Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui focus group discussion (FGD) bersama Pusat Studi Lingkungan (PSL) Universitas Sanata Dharma (USD), Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan lima padukuhan, yakni Kembang, Karang Ploso, Ringinsari, Sambilegi Kidul, dan Sambilegi Lor, sebagai bagian dari penyusunan peta potensi pengelolaan sampah yang mendukung target Sleman Tuntas Sampah 2029.
Penjabat Lurah Maguwoharjo, R. Hery Subagio, mengatakan pihaknya berkomitmen membangun sistem pengelolaan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperoleh data, masukan, dan rekomendasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah di tingkat kalurahan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan pada tahun depan sehingga pendampingan kepada masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo siap bersinergi agar hasil pemetaan potensi ini dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata di lima padukuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, FGD menjadi sarana untuk menghimpun informasi mengenai kondisi pengelolaan sampah di masyarakat, sekaligus mengidentifikasi potensi, tantangan, dan solusi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing padukuhan.
“Melalui proses ini kami memperoleh masukan yang komprehensif untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ungkapnya.
Hery menegaskan, hasil pemetaan yang diperoleh melalui FGD akan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo dalam menyusun langkah pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan setiap padukuhan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kalurahan, perguruan tinggi, dan masyarakat terus terjalin sehingga berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat diwujudkan dalam program dan aksi nyata.
“Dengan kolaborasi ini kami optimistis pengelolaan sampah berbasis komunitas akan semakin kuat serta mendukung terwujudnya target Sleman Tuntas Sampah 2029,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)