Kementerian Komdigi Dorong Pemanfaatan AI Secara Bijak bagi Pelajar
- May 09, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di kalangan generasi muda perlu diimbangi dengan penguatan etika, literasi digital, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bonifasius Wahyu Pujianto, dalam kegiatan Fasilitasi Implementasi PP Tunas di SMP Muhammadiyah 3 Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (8/5/2026).
Dalam pemaparannya, Bonifasius menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI harus diarahkan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan kreativitas pelajar, bukan menggantikan kemampuan berpikir dan nalar manusia.
“Teknologi selalu membawa nilai dari manusia yang memanfaatkannya. AI dapat terus berkembang, tetapi arah masa depan bangsa tetap ditentukan oleh kualitas nilai, nalar, dan tanggung jawab manusianya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri. Namun demikian, pemanfaatannya perlu disertai kemampuan berpikir kritis agar pelajar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun penyalahgunaan teknologi digital.
Menurut Bonifasius, AI seharusnya diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung produktivitas dan kreativitas siswa. Karena itu, integritas dan kejujuran tetap menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan di era digital.
“AI dapat membantu proses belajar, tetapi tidak boleh menggantikan peran manusia dalam berpikir, memahami, dan membangun kreativitas,” katanya.
Selain itu, Bonifasius juga mengingatkan adanya tantangan baru di ruang digital, termasuk maraknya manipulasi informasi melalui teknologi deepfake. Ia menyebut perkembangan teknologi tersebut perlu diantisipasi dengan penguatan literasi digital dan kesadaran kritis di kalangan pelajar.
“Perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat. Karena itu, pelajar perlu memiliki kemampuan memilah informasi dan menggunakan teknologi secara bijak serta bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus dalam membangun ruang digital yang sehat, aman, dan produktif. Menurutnya, kemampuan teknologi perlu dibarengi dengan penguatan karakter, etika, dan nilai kemanusiaan.
Bonifasius juga menegaskan komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat literasi dan kompetensi digital masyarakat, termasuk bagi kalangan pelajar, agar mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan berorientasi pada kemanfaatan publik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa dapat semakin memahami pentingnya penggunaan teknologi digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar dan pengembangan kreativitas di era digital. (Athiful/KIM Depok)