Wasana Ajak Warga Sleman Hidupkan Budaya Bersepeda

  • May 24, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Budaya bersepeda dinilai perlu kembali dihidupkan sebagai bagian dari pola hidup sehat warga Kabupaten Sleman. Selain menjaga kebugaran tubuh, kebiasaan bersepeda juga dapat mendukung lingkungan yang lebih bersih, mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor, serta memperkuat kebersamaan sosial di tengah masyarakat.

Salah satu warga Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, Wasana, mengatakan bahwa pola hidup sehat tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Menurutnya, membiasakan kembali bersepeda atau berjalan kaki untuk jarak dekat dapat menjadi langkah sederhana yang berdampak positif bagi kesehatan warga.

Wasana yang juga dikenal sebagai pegiat literasi melalui Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya tersebut menilai, masyarakat Sleman perlu terus didorong untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang mudah, murah, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Menjaga kebiasaan sederhana seperti bersepeda bisa menjadi cara efektif untuk merawat kesehatan, lingkungan, dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Wasana, perubahan gaya hidup masyarakat terlihat cukup jelas dalam beberapa tahun terakhir. Dahulu, warga terbiasa berjalan kaki atau bersepeda untuk menuju warung, pasar, sekolah, maupun balai desa. Namun kini, kendaraan bermotor kerap menjadi pilihan utama, bahkan untuk jarak yang sebenarnya masih dekat.

Ia menggambarkan perubahan tersebut dengan ungkapan bahwa budaya “satu rumah lima kambing” yang dahulu akrab di kampung, kini bergeser menjadi “satu rumah lima motor”.

“Dulu jarak dekat jalan kaki atau gowes itu biasa. Sekarang 500 meter ke warung saja pakai motor. Praktis memang, tapi tubuh jadi jarang gerak,” ucapnya.

Wasana tidak menolak kemajuan zaman dan kemudahan transportasi. Namun, ia mengingatkan bahwa gaya hidup serba instan perlu diimbangi dengan aktivitas fisik agar kesehatan warga tetap terjaga. 

Hal ini penting, katanya, karena pola hidup minim gerak dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, seperti asam urat, kolesterol, gula darah tinggi, hingga menurunnya daya tahan tubuh.

Sebagai pesepeda yang rutin gowes setiap Sabtu dan Minggu, Wasana merasakan langsung manfaat aktivitas tersebut. Ia mengaku tubuhnya lebih bugar, tidur lebih nyenyak, dan pikiran terasa lebih segar setelah rutin bersepeda.

“WHO saja menganjurkan minimal 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu. Kalau semua jarak dekat diselesaikan pakai motor, kapan tubuh kita bergerak?” katanya.

Lebih lanjut, Wasana menyampaikan bahwa budaya bersepeda sejalan dengan upaya membangun kebiasaan hidup sehat warga Kabupaten Sleman. Dengan kondisi wilayah yang memiliki banyak kawasan permukiman, kampung, jalan lingkungan, dan ruang sosial warga, bersepeda dapat menjadi pilihan aktivitas sehat yang mudah dilakukan secara mandiri maupun bersama komunitas.

Menurutnya, pola hidup sehat tidak hanya menyangkut olahraga, tetapi juga cara masyarakat membangun kebiasaan harian yang lebih ramah tubuh dan ramah lingkungan. Bersepeda dapat membantu mengurangi pengeluaran bahan bakar, menekan polusi udara, sekaligus membuka kembali ruang perjumpaan antartetangga.

“Dulu kalau ke pasar atau balai desa jalan kaki atau gowes, sempat ngobrol di jalan. Sekarang semua buru-buru. Silaturahmi pelan-pelan berkurang,” jelasnya.

Ia menegaskan, ajakan untuk bersepeda bukan berarti anti terhadap kendaraan bermotor. Motor tetap dibutuhkan untuk perjalanan jauh atau keperluan mendesak. Namun untuk jarak dekat, berjalan kaki dan bersepeda layak kembali dijadikan kebiasaan warga.

Wasana mengajak masyarakat, terutama yang memiliki waktu luang pada akhir pekan, untuk menyisihkan satu hingga dua jam bersepeda atau berjalan kaki mengelilingi kampung. Kebiasaan kecil tersebut, menurutnya, dapat menjadi bagian dari gerakan hidup sehat warga Sleman dari lingkungan terdekat.

“Sehat itu investasi. Lebih murah gowes pagi daripada berobat rutin. Kalau bukan kita yang menjaga budaya sehat ini, siapa lagi? Menjaga kebiasaan sederhana seperti bersepeda bisa menjadi cara efektif untuk merawat kesehatan, lingkungan, dan kebersamaan masyarakat,” ucapnya. (Athiful/KIM Depok)