KPSM Kompak Maju Kalongan Bangun Kesadaran Warga Pilah Sampah

  • May 24, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Kompak Maju Padukuhan Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis warga, Sabtu (23/5/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat membangun kesadaran memilah sampah dari rumah sekaligus mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Melalui gerakan tersebut, warga didorong untuk tidak lagi memandang sampah sebagai barang buangan semata. 

Sampah rumah tangga, terutama jenis anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, dapat dipilah, dikumpulkan, dan dimanfaatkan kembali agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.

Ketua KPSM Kompak Maju, Nuriyanto, mengatakan bahwa persoalan sampah di Kabupaten Sleman tidak dapat diselesaikan hanya dari hilir. 

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan warga di rumah masing-masing. “Masalah sampah bukan hanya soal mengangkut dan membuang, tetapi bagaimana warga mulai sadar untuk memilah sejak dari rumah. Kalau dari sumbernya sudah tertata, beban pengelolaan sampah akan jauh berkurang,” ujarnya.

Nuriyanto menjelaskan, KPSM Kompak Maju berupaya membangun gerakan yang sederhana, tetapi dapat dilakukan secara konsisten.Warga diajak memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi sampah residu, serta memanfaatkan sampah yang masih bernilai untuk mendukung kegiatan lingkungan maupun sosial kemasyarakatan.

Ia menambahkan, gerakan pengelolaan sampah di Padukuhan Kalongan juga menjadi sarana memperkuat gotong royong warga. Menurutnya, kebersihan lingkungan akan lebih mudah diwujudkan apabila masyarakat memiliki kepedulian bersama dan tidak menyerahkan seluruh persoalan sampah kepada pemerintah.

“Harapan kami, KPSM Kompak Maju bisa menjadi wadah warga untuk bergerak bersama. Lingkungan yang bersih tidak cukup hanya dengan imbauan, tetapi perlu kebiasaan, keteladanan, dan kerja bersama,” katanya.

Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sri Rahayu, mengapresiasi langkah KSM Kompak Maju dalam menggerakkan masyarakat di Padukuhan Kalongan. Menurutnya, inisiatif warga seperti ini sangat penting untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Sri Rahayu menilai, tantangan sampah di Kabupaten Sleman harus dijawab dengan perubahan perilaku dari tingkat rumah tangga. Pemilahan, pengurangan sampah sekali pakai, pengolahan sampah organik, serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi langkah nyata yang dapat dilakukan warga.

“Kunci pengelolaan sampah ada pada perubahan kebiasaan. Jika warga terbiasa memilah sampah dari rumah, maka sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akan berkurang. Ini menjadi bagian penting dari solusi sampah di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan KPSM Kompak Maju dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi contoh bagi padukuhan lain. 

Dengan keterlibatan warga, pemerintah, dan kelompok masyarakat, pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman diharapkan semakin tertata, efektif, dan memberi manfaat bagi lingkungan.

“Gerakan seperti ini perlu terus dijaga. Sampah yang dikelola dengan benar dapat mengurangi masalah lingkungan, sekaligus menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama di masyarakat,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)