UNY Perkuat Pembinaan MTQ Mahasiswa

  • May 20, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) rutin menggelar pembinaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Selasar Masjid Al-Mujahidin UNY, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut dikhususkan pada penguatan kemampuan mahasiswa dalam cabang Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Koordinator MTQ UNY, Tsania Nur Diyana, mengatakan pembinaan KTIQ menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang orisinal, sistematis, dan memiliki relevansi dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

“KTIQ bukan hanya menuntut kemampuan menulis, tetapi juga menguji daya kritis, kedalaman analisis, dan kemampuan peserta dalam mengaitkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern serta isu-isu sosial kontemporer,” ujarnya.

Tsania menjelaskan, KTIQ merupakan salah satu cabang kompetisi dalam MTQ yang mewajibkan peserta menyusun karya ilmiah berbasis kajian Al-Qur’an. Melalui cabang ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami teks keagamaan, tetapi juga mampu merumuskan gagasan ilmiah yang menjawab persoalan aktual di masyarakat.

Menurutnya, terdapat sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian dalam penilaian KTIQ. Aspek materi mencakup relevansi tema, kedalaman analisis, serta integrasi nilai-nilai Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga dinilai dari logika dan organisasi tulisan, sistematika penulisan, struktur argumen, kaidah bahasa, serta kemampuan presentasi.

“Peserta harus mampu menyampaikan gagasan secara jelas, menggunakan bahasa ilmiah yang baik, serta siap menjawab pertanyaan atau sanggahan dari dewan juri. Karena itu, pembinaan tidak hanya berfokus pada penulisan, tetapi juga pada penguatan argumentasi dan presentasi,” katanya.

Tsania menambahkan, pembinaan tersebut juga menjadi upaya menjaga tradisi prestasi UNY dalam ajang MTQ. Kontingen UNY sebelumnya berhasil meraih Juara Umum Ketiga pada MTQ Mahasiswa Nasional, Juara 1 KTIQ MTQ Mahasiswa Internasional se-Asia Tenggara, serta Juara Umum MTQ Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI).

“Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas karya dan kesiapan berkompetisi,” ujarnya.

Tsania berharap pembinaan MTQ UNY dapat melahirkan peserta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan Qur’ani yang kontekstual, ilmiah, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Athiful/KIM Depok)