Kemenag Sleman Dorong Calon Pengantin Peduli Lingkungan
- May 20, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman memperkuat pelaksanaan program unggulan Calon Pengantin Peduli Lingkungan (Caping) melalui layanan bimbingan perkawinan di KUA Kapanewon Depok, Rabu (20/5/2026).
Program tersebut diikuti 15 pasang calon pengantin sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan.
Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Depok Sleman, Sunhaji, mengatakan bahwa Caping menjadi salah satu inovasi layanan Kemenag Sleman dalam mendukung kebijakan prioritas Kementerian Agama, terutama penguatan ekoteologi dalam program Asta Protas.
Menurutnya, program tersebut menghubungkan pembinaan keluarga dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Calon pengantin tidak hanya dibekali pemahaman tentang kehidupan rumah tangga, tetapi juga diajak menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak awal membangun keluarga.
“Melalui Caping, calon pengantin kami ajak memulai kehidupan rumah tangga dengan nilai kebaikan yang berdampak luas. Salah satunya melalui wakaf bibit tanaman sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bibit tanaman yang terkumpul dari calon pengantin nantinya akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan membangun jejaring kolaborasi antara Kemenag, masyarakat, dan keluarga baru dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di Kabupaten Sleman.
Program Caping juga menjadi bagian dari upaya Kemenag Sleman menghadirkan layanan publik yang tidak berhenti pada aspek administrasi pernikahan.
“Bimbingan perkawinan diarahkan agar lebih bermakna dengan menanamkan nilai tanggung jawab sosial, kepedulian ekologis, serta kesadaran bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sekitar,” katanya.
Sunhaji menambahkan, penguatan ekoteologi perlu diterjemahkan dalam tindakan sederhana yang mudah dilakukan masyarakat. Karena itu, calon pengantin didorong menjadi bagian dari gerakan kepedulian lingkungan di tempat tinggal masing-masing.
“Kami berharap pasangan calon pengantin tidak hanya siap membangun keluarga yang sakinah, tetapi juga menjadi keluarga yang peduli terhadap lingkungan. Menanam bibit tanaman adalah langkah kecil, tetapi manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Untuk memperluas partisipasi, Kemenag Sleman juga terus melakukan sosialisasi program Caping melalui kegiatan pembinaan, layanan KUA, dan publikasi media sosial. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai keagamaan.
“Melalui program Caping, Kemenag Sleman berharap lahir keluarga baru yang harmonis, peduli sosial, dan memiliki kesadaran ekologis sejak awal kehidupan rumah tangga,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)