Bimwin KUA Depok Perkuat Kesiapan Kesehatan Keluarga
- May 20, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Sebanyak 15 pasangan calon pengantin mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang memuat penguatan pemahaman kesehatan reproduksi di Aula KUA Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon keluarga agar lebih sehat, terencana, dan bertanggung jawab.
Anggota Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) KUA Depok, Susi Sulistyaningsih, mengatakan bahwa kesehatan reproduksi perlu dipahami calon pengantin sejak sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, pengetahuan tersebut menjadi bekal penting dalam menjaga kesehatan pasangan, merencanakan kehamilan, serta membangun keluarga yang berkualitas.
“Calon pengantin perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi agar mampu mengambil keputusan secara bijak dalam kehidupan keluarga, terutama terkait perencanaan kehamilan dan kesehatan ibu serta anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, materi kesehatan reproduksi tidak hanya membahas aspek biologis, tetapi juga menyangkut kesiapan pasangan dalam merencanakan kehidupan keluarga. Peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi reproduksi, persiapan kehamilan, pemeriksaan kesehatan, pengaturan jarak kelahiran, serta pentingnya komunikasi antara suami dan istri dalam mengambil keputusan.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting karena keluarga yang sehat perlu dibangun dengan kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan yang memadai. Dengan bekal itu, pasangan diharapkan dapat menghindari risiko kesehatan yang dapat mengganggu kehidupan rumah tangga.
“Rumah tangga yang kuat perlu diawali dengan kesiapan yang baik. Kesehatan reproduksi menjadi salah satu bagian penting agar pasangan dapat merencanakan keluarga secara matang dan bertanggung jawab,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Susi juga menekankan pentingnya langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan kesehatan reproduksi. Calon pengantin perlu memahami risiko infeksi menular seksual, infeksi saluran reproduksi, serta dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan ibu dan anak.
Ia menambahkan, edukasi kesehatan reproduksi dalam Bimwin juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran calon pengantin dalam mempersiapkan kehamilan yang sehat. Pemeriksaan kesehatan, imunisasi, serta pemenuhan informasi yang benar dinilai penting untuk mendukung keselamatan ibu dan bayi.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Kapanewon Depok bersama BP4 berharap calon pengantin tidak hanya siap secara administratif dan emosional, tetapi juga memiliki kesadaran kesehatan yang kuat.
“Pembekalan ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, harmonis, dan berketahanan di masyarakat,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)