Sutarto Agus Raharjo Konsisten Bangun Kemandirian Informasi Sleman

  • May 07, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali membingungkan masyarakat, muncul sosok pegiat literasi yang memilih berjuang dari lingkup terkecil, yakni kampung. Sutarto Agus Raharjo, seorang warga Margomulyo, Seyegan, Sleman, menjadikan dunia tulis-menulis sebagai jalan pengabdian untuk menguatkan partisipasi warga dalam menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat.

Agus mulai meniti perannya di Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Margoraras Seyegan sejak tahun 2014. Kesadarannya muncul dari kegelisahan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek atau penerima informasi pasif, melainkan harus mampu menjadi pelaku komunikasi publik yang mandiri. Sejak tahun 2017, ia dipercaya menahkodai KIM Margoraras sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendiseminasikan kebijakan pembangunan dan pelayanan publik.

Baginya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis secara teknis, melainkan alat untuk membangun masyarakat yang kritis dan peduli terhadap perkembangan daerahnya. Kegemarannya membaca buku bertema lingkungan hidup dan sastra sejak masa muda turut membentuk karakter penulisannya yang mendalam namun tetap dekat dengan kebutuhan warga di tingkat kalurahan maupun padukuhan.

“Saya ingin terus menulis sampai kapan pun dan ingin menggerakkan komunitas literasi di kampung melalui wadah KIM ini. Menulis adalah cara kita mendokumentasikan sejarah kecil di wilayah kita sendiri agar bisa diketahui oleh khalayak luas secara akurat,” ujar Sutarto Agus Raharjo saat ditemui di Café Ayom-Ayem, Sleman, Rabu (6/5/2026).

Dalam mengembangkan organisasinya, Agus kerap berkaca pada keberhasilan KIM di wilayah lain, seperti KIM Depok Raya yang memiliki banyak kontributor berita. Ia terobsesi membawa semangat produktivitas tersebut ke wilayah Seyegan agar potensi-potensi lokal, mulai dari kegiatan sosial hingga pembangunan infrastruktur, dapat terekspos secara maksimal ke media publik.

Ia sering memotivasi rekan-rekan di wilayahnya agar mau terjun langsung menjadi wartawan warga. Menurutnya, jika sebuah wilayah memiliki banyak penulis, maka arus informasi dari bawah ke atas akan berjalan lebih dinamis. Hal ini penting agar aspirasi dan prestasi warga di tingkat akar rumput tidak luput dari perhatian pemerintah maupun masyarakat luas.

“Saya sering menyampaikan ke pihak Kapanewon Seyegan bahwa KIM di daerah lain seperti Depok bisa memiliki lima sampai tujuh penulis berita aktif sehingga banyak sekali informasi yang terekspos. Kita di Seyegan harus bisa seperti itu, memiliki banyak sumber daya manusia yang cakap jurnalistik agar wilayah kita semakin dikenal dan informatif,” kata Agus menambahkan.

Kehadiran sosok seperti Agus menjadi elemen krusial bagi ekosistem informasi di Kabupaten Sleman. KIM tidak hanya berfungsi sebagai penyalur berita, tetapi juga sebagai penggerak komunikasi sosial yang sehat. Melalui komitmen sederhana untuk terus membaca, menulis, dan menggerakkan warga, Agus membuktikan bahwa kekuatan informasi dapat dibangun dari semangat literasi yang tumbuh subur di tingkat kampung. (Athiful/KIM Depok)