Pemenuhan Protein Hewani Kunci Pencegahan Stunting

  • Jun 12, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Pemenuhan protein hewani yang cukup sejak usia dini menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pencegahan stunting pada anak. Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Anak RS UAD, Varla Septrinidya Gharatri, dalam kegiatan edukasi kesehatan di Gedung PKK Kapanewon Depok, Jumat (12/6/2026).

Dokter Varla menjelaskan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang ditandai tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama atau meningkatnya kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi.

Menurutnya, pencegahan stunting perlu dilakukan sedini mungkin, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut merupakan fase penting yang menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan anak di masa mendatang.

“Stunting dapat dicegah apabila tanda-tanda awal gangguan pertumbuhan dapat dikenali dan ditangani sejak dini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tanda awal yang perlu diwaspadai adalah weight faltering atau gagal tumbuh, yaitu kondisi ketika kenaikan berat badan anak tidak sesuai dengan yang seharusnya. 

“Apabila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus tanpa intervensi yang tepat, anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan linear yang berujung pada stunting,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Varla menerangkan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga dapat disebabkan oleh infeksi berulang, sanitasi yang buruk, penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, berat badan lahir rendah, prematuritas, hingga kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi anak.

Dalam upaya pencegahan, ia menekankan pentingnya pemberian makanan pendamping ASI yang mengandung protein hewani secara cukup dan bervariasi. 

“Protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap sehingga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” jelasnya.

Selain memperhatikan asupan gizi, orang tua juga diimbau menerapkan pola makan yang teratur, memberikan makanan sesuai kebutuhan usia anak, serta melakukan pemantauan berat badan dan tinggi badan secara berkala melalui posyandu maupun fasilitas kesehatan.

“Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini dan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan stunting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)