SMK Muhammadiyah 2 Sleman Raih Stand Inovatif Muhammadiyah Sleman Expo 2026
- Jan 11, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menegaskan komitmen sekolahnya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis inovasi dan kebutuhan industri melalui capaian Stand Inovatif pada Muhammadiyah Sleman Expo 2026.
Menurutnya, penghargaan tersebut mencerminkan keseriusan SMK Muhammadiyah 2 Sleman dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berdaya saing global.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Sleman tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui karya nyata yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya di Sleman City Hall, Ahad (11/1/2026).
Ia menekankan bahwa inovasi yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi siswa dan guru dalam kerangka kurikulum berbasis praktik dan teaching factory (TEFA).
Muhammadiyah Sleman Expo 2026 digelar sebagai ajang memperkenalkan potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kepada publik, menghadirkan AUM dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah serta unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada 9–11 Januari 2026 di Sleman City Hall (SCH), dengan jam operasional pukul 08.00–21.00 WIB.
Pada ajang tersebut, SMK Muhammadiyah 2 Sleman mencuri perhatian pengunjung melalui pameran mobil listrik dan sepeda motor listrik sebagai media praktik pembelajaran siswa, sekaligus wujud adaptasi terhadap teknologi otomotif terkini. Selain itu, sekolah juga menampilkan gaun hasil karya siswa Jurusan Desain dan Produksi Busana yang diminati pengunjung, khususnya kalangan ibu-ibu, karena desain yang elegan dan kualitas produksi yang terjaga.
Maftuhin menjelaskan, kualitas karya busana siswa dipantau langsung oleh guru produktif berpengalaman serta diperkuat kerja sama dengan dunia industri rekanan di bidang butik dan garmen. “Melalui TEFA, siswa belajar dari proses riil industri, sehingga produk yang dihasilkan berkualitas dan dapat dijual dengan harga yang bersahabat,” katanya.
Ia menambahkan, inovasi kendaraan listrik yang dipamerkan tidak hanya bersifat demonstratif, melainkan bagian dari pembelajaran berbasis proyek. “Kami ingin siswa mengenal dan menguasai teknologi terbaru agar tidak tertinggal. Pendidikan kejuruan harus responsif terhadap perubahan zaman,” tegasnya.
Dengan raihan stand inovatif ini, Maftuhin berharap SMK Muhammadiyah 2 Sleman menjadi pemantik lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, berkarakter agamis, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (Athiful/KIM Depok)