SMK Muhammadiyah 2 Sleman Gelar UKK, Perkuat Kompetensi Lulusan Siap Kerja
- Feb 07, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menegaskan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) menjadi instrumen strategis untuk memastikan kesiapan kompetensi lulusan sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
“UKK adalah tolok ukur capaian kompetensi siswa sesuai standar industri dan sertifikasi profesi. Ini bagian dari komitmen sekolah menyiapkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap kerja,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
UKK dilaksanakan SMK Muhammadiyah 2 Sleman bagi siswa kelas XII dari program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Desain dan Produksi Busana (DPB).
Kegiatan berlangsung pada 2–13 Februari 2026 di lingkungan SMK Muhammadiyah 2 Sleman dengan skema sertifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Maftuhin menjelaskan, pelaksanaan UKK tahun ini melibatkan dua skema sertifikasi. “Sebanyak 189 siswa mengikuti UKK dengan skema LSP P1, sementara 14 siswa mengikuti skema LSP P3. Seluruh proses dirancang mengacu pada standar kompetensi dan prosedur penilaian yang objektif serta akuntabel,” jelasnya.
Menurutnya, UKK tidak hanya menguji aspek teknis, tetapi juga sikap kerja, kedisiplinan, dan ketepatan prosedur yang menjadi tuntutan dunia industri.
“Melalui UKK, siswa dibiasakan bekerja sesuai standar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil. Ini penting agar lulusan benar-benar siap menghadapi kebutuhan nyata di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, Maftuhin berharap hasil UKK dapat menjadi bekal konkret bagi siswa dalam memperoleh pengakuan kompetensi.
“Kami berharap UKK ini memberi nilai tambah bagi siswa, baik untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi. Sertifikat kompetensi menjadi bukti kemampuan yang diakui dan meningkatkan kepercayaan industri terhadap lulusan SMK,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Ke depan, SMK Muhammadiyah 2 Sleman akan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sarana praktik, dan kolaborasi industri agar proses sertifikasi semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)