Pendamping Pengelolaan Sampah Kapanewon Depok Petakan 96 KPSM
- May 27, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Pendamping Pengelolaan Sampah Kapanewon Depok, Ani Sumiarti, memaparkan pemetaan 96 Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) untuk memperkuat tata kelola sampah berbasis masyarakat di Gedung Sasana Anglocita Tama, Selasa (26/5/2026).
Ani mengatakan bahwa pemetaan tersebut menjadi dasar penting dalam melihat sebaran, kondisi, dan kebutuhan pendampingan KPSM di wilayah Kapanewon Depok.
“Pemetaan KPSM ini menjadi dasar pembinaan agar pengelolaan sampah di setiap padukuhan lebih tertata, terdata, dan mampu mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Berdasarkan laporan kinerja petugas lapangan bulan Mei 2026, sebanyak 96 KPSM tersebar di tiga kalurahan. Kelurahan Condongcatur memiliki 40 KPSM di 17 padukuhan, Kalurahan Caturtunggal memiliki 29 KPSM di 20 padukuhan, sedangkan Kalurahan Maguwoharjo memiliki 27 KPSM di 20 padukuhan.
Menurutnya, data tersebut tidak hanya menjadi catatan administratif, tetapi juga bahan evaluasi untuk memperkuat gerakan pengurangan sampah dari sumbernya.
“Pendampingan dilakukan agar KPSM mampu berjalan lebih tertib, aktif, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ani memaparkan pendataan KPSM penerima hibah serta KPSM dan TPS3R yang telah teregister melalui SIOSESTU.
“Pendataan ini diharapkan mendukung transparansi pembinaan, akurasi data, dan kemudahan pemantauan kelembagaan pengelolaan sampah,” ulasnya.
Ia menambahkan, pendampingan tidak berhenti pada pemetaan. Petugas juga melaksanakan sosialisasi pembentukan KPSM baru, antara lain Sedekah Sampah Ngepos Asri di Padukuhan Karangploso, Kalurahan Maguwoharjo, serta pembentukan KPSM di Padukuhan Nanggulan, Kalurahan Maguwoharjo.
Selain itu, sosialisasi pemilahan sampah juga dilakukan di sejumlah KPSM. Edukasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi beban sampah, dan meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.
“Melalui pendampingan ini, pengelolaan sampah di wilayah Depok diharapkan semakin tertata, partisipatif, dan berkelanjutan,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)