Paramartadewi Dorong Kesadaran Kesehatan Mental Masyarakat Sleman

  • Feb 16, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, Kabupaten Sleman menjadi salah satu pusat tumbuhnya layanan psikologi profesional. Salah satu sosok yang berperan aktif dalam penguatan layanan tersebut adalah Paramartadewi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, founder dan CEO Taragak Diri Indonesia.

Perempuan yang akrab disapa Arta ini merupakan psikolog klinis dengan spesialisasi psikopatologi dewasa, termasuk depresi, kecemasan, dan persoalan relasi. Ia juga memiliki kompetensi pada kesehatan mental perinatal, psikologi forensik, isu seksual, gangguan perkembangan seperti ADD dan ADHD, hingga dukungan caregiver. Seluruh kompetensi tersebut ia dedikasikan melalui Taragak Diri Indonesia.

Taragak Diri Indonesia berkantor di Patran Residence, Sumbersari, Moyudan, Kabupaten Sleman. Dari lokasi tersebut, layanan psikologi dikembangkan secara profesional dan menjangkau masyarakat luas, baik secara luring maupun daring.

Arta menegaskan bahwa Taragak Diri Indonesia lahir dari komitmen untuk meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan psikologis masyarakat. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk pulang ke diri sendiri, memiliki awareness agar menjadi pribadi yang lebih positif,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Sejak berdiri, biro psikologi ini berkembang signifikan. Awalnya terdiri dari empat konselor dan satu associate psychologist, kini Taragak Diri Indonesia memiliki delapan psikolog, lima konselor, serta satu tim training outbound. Layanan yang diberikan meliputi konseling, asesmen psikologi, psikoterapi, pelatihan, outbound, hingga riset.

Dalam menjalankan praktik profesionalnya, Arta menegaskan bahwa seluruh layanan berlandaskan kode etik Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Prinsip penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, integritas ilmiah, profesionalisme, keadilan, serta prinsip beneficence dan non-maleficence menjadi fondasi utama layanan.

“Nilai-nilai tersebut kami pegang untuk melindungi klien, menjaga integritas profesi, dan memastikan layanan yang etis serta bertanggung jawab,” tegasnya.

Di Kabupaten Sleman, Taragak Diri Indonesia tidak hanya hadir sebagai biro layanan, tetapi juga sebagai ruang edukasi publik. Melalui program psikoedukasi rutin seperti SALAM DIRI (Sabtu Malam Diskusi Ringan), Arta dan tim aktif membangun literasi kesehatan mental masyarakat. Media sosial menjadi sarana strategis dalam memperluas jangkauan edukasi dan layanan psikologi.

Ia mengakui, tantangan terbesar dalam merintis layanan psikologi adalah membangun kesadaran dasar masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental. “Pada tahap awal, kami perlu mengajak masyarakat berpikir kritis dan menyadari bahwa isu kesehatan mental adalah isu penting yang perlu ditangani bersama,” ungkapnya.

Komitmen tersebut kini memperkuat posisi Kabupaten Sleman sebagai wilayah yang responsif terhadap isu kesehatan mental. Layanan Taragak Diri Indonesia menjangkau individu, keluarga, sekolah, hingga organisasi dan industri, sekaligus membuka ruang praktik dan pembelajaran bagi mahasiswa psikologi melalui program intern.

Sebagai psikolog klinis dan pimpinan biro, Arta menegaskan pesan terbuka kepada masyarakat Kabupaten Sleman dan sekitarnya. “Tidak perlu takut maupun malu untuk mengakses layanan psikologi karena kami ada untuk membantu,” ujarnya.

Melalui Taragak Diri Indonesia, Arta menghadirkan layanan psikologi profesional yang berakar di Kabupaten Sleman dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis masyarakat. Kiprahnya menegaskan bahwa penguatan kesehatan mental merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)