Papah Sani, Strategi Kapanewon Depok Sleman Edukasi Pilah Sampah Sejak Dini
- Jan 10, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Pemerintah Kapanewon Depok Kabupaten Sleman terus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu melalui inovasi Papah Sani (Pilah Sampah Sejak Dini) dengan menempatkan anak usia dini sebagai sasaran strategis pembentukan budaya peduli lingkungan.
Inovasi Papah Sani dirancang sebagai penguatan dan kelanjutan dari Gede Lampah (Gerakan Depok Memilah Sampah) yang telah dilaksanakan di Kapanewon Depok berdasarkan Surat Edaran Panewu Nomor 660/0582 tanggal 4 Agustus 2023.
“Apabila Gede Lampah berfokus pada perubahan perilaku masyarakat usia produktif hingga lanjut usia, Papah Sani memperluas intervensi kebijakan dengan menyasar anak usia dini melalui jalur pendidikan formal PAUD, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah berkelanjutan,” ungkap Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh, di Gedung Sasana Anglocita Tama, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa penguatan edukasi lingkungan pada usia dini menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan dan peri-urban. Menurutnya, anak usia dini berada pada fase fundamental pembentukan karakter, kebiasaan, dan nilai dasar kehidupan.
“Pada usia ini, anak sangat mudah menerima pembiasaan. Karena itu, edukasi pilah sampah sejak dini menjadi investasi sosial jangka panjang dalam membangun perilaku masyarakat yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Papah Sani merupakan inovasi pengelolaan sampah yang secara khusus menyasar anak usia dini dan belum diterapkan di Kapanewon lain di Kabupaten Sleman. Melalui pendekatan edukatif sederhana, kontekstual, dan aplikatif, anak-anak PAUD dikenalkan pada jenis-jenis sampah serta dibiasakan menyelesaikan sampah dari sumbernya, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun ruang bermain.
“Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membangun sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar,” tambahnya.
Isti mengatakan, Papah Sani dirancang terintegrasi dengan proses pembelajaran PAUD agar selaras dengan tahapan perkembangan anak. Edukasi pengelolaan sampah dikemas dalam aktivitas bermain dan belajar yang mendorong penguatan kemampuan motorik, kognitif, dan sosial-emosional anak.
“Dengan demikian, pembiasaan pilah sampah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pembentukan karakter positif dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya,” ujar dia.
Menurutnya, implementasi Papah Sani mencerminkan komitmen Kapanewon Depok dalam menyelesaikan persoalan sampah secara sistematis dari hulu. Pemerintah Kapanewon Depok mendorong penguatan kebijakan dan regulasi yang mendukung integrasi edukasi lingkungan ke dalam satuan pendidikan, termasuk melalui pengembangan kurikulum berbasis lingkungan.
Selain itu, Kapanewon Depok terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan lembaga pengelola sampah guna memastikan keberlanjutan program serta terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. “Melalui inovasi ini, Kapanewon Depok menegaskan arah kebijakan pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada penanganan teknis, tetapi juga pada perubahan perilaku sejak usia dini,” tambahnya.
Ia berharap pendekatan ini menjadi fondasi kuat dalam menyiapkan generasi masa depan yang memiliki kesadaran lingkungan, berkarakter, dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)