KUA Depok Sleman Bekali 50 Catin Materi Kespro dan Elsimil

  • Apr 08, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, membekali 50 calon pengantin (catin) dengan materi kesehatan reproduksi (Kespro) dan penggunaan aplikasi Elsimil dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Aula KUA Depok, Rabu (8/4/2026). 

Anggota Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Susi Sulistyaningsih, memaparkan materi kesehatan reproduksi dan pemanfaatan aplikasi Elsimil kepada peserta. 

“Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan pernikahan berbasis kesehatan dan deteksi dini risiko stunting guna mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa kesiapan kesehatan reproduksi dan pemetaan kondisi calon pengantin melalui Elsimil menjadi langkah strategis dalam membangun keluarga yang berkualitas.

“Kesehatan reproduksi harus menjadi perhatian utama sebelum menikah. Melalui Elsimil, calon pengantin dapat melakukan skrining awal untuk mengetahui kondisi kesehatannya sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko stunting,” ujarnya.

Susi menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi mencakup kesiapan fisik dan mental, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pemeriksaan organ reproduksi secara berkala sejak remaja hingga masa pranikah. Menurutnya, kondisi kesehatan yang baik akan mendukung keberhasilan kehamilan dan kelahiran yang aman.

“Perawatan kesehatan reproduksi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar organ reproduksi tetap berfungsi optimal dan mendukung lahirnya generasi yang sehat,” jelasnya.

Terkait Elsimil, Susi menyampaikan bahwa aplikasi tersebut merupakan instrumen skrining berbasis digital yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor risiko pada calon pengantin. Melalui pengisian data kesehatan, pasangan dapat memperoleh rekomendasi awal terkait kesiapan menikah dan reproduksi sehat.

“Elsimil membantu calon pengantin memahami kondisi kesehatannya secara objektif sehingga dapat melakukan intervensi lebih dini apabila ditemukan risiko,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Susi menegaskan bahwa penguatan materi Kespro dan pemanfaatan Elsimil berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta percepatan penurunan stunting. 

“Deteksi dini melalui Elsimil dan pemahaman kesehatan reproduksi dapat mencegah komplikasi kehamilan serta risiko kelahiran prematur,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)