KPSM Maguwoharjo Olah Sampah Sachet Jadi Barang Bernilai
- May 20, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Kalurahan Maguwoharjo menggelar demonstrasi pemanfaatan sampah sachet menjadi barang bernilai guna di Gedung Pertemuan TPQ Pasekan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengurus KPSM dari 20 padukuhan di wilayah Kalurahan Maguwoharjo.
Ketua KPSM Maguwoharjo, Suwanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah kemasan sachet yang selama ini sulit terurai dan kerap menjadi persoalan lingkungan.
“Sampah sachet sebenarnya masih bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna apabila dikelola dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan contoh langsung pemanfaatan sachet bekas kopi instan, pop ice, energen, dan kemasan sejenis untuk dibuat menjadi berbagai produk, seperti tempat tisu, tas ransel, tikar, dan barang kerajinan lainnya.
Suwanti menjelaskan, demonstrasi tersebut tidak hanya bertujuan memberi keterampilan teknis kepada pengurus KPSM, tetapi juga mendorong setiap padukuhan agar dapat mengembangkan gerakan pengelolaan sampah secara mandiri.
Menurutnya, pengurus KPSM di tingkat padukuhan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pemilahan dan pemanfaatan sampah.
Ia menambahkan, pengolahan sampah sachet menjadi barang berguna juga dapat menjadi langkah kecil untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan. Selain itu, kegiatan tersebut dapat membuka peluang kreativitas dan pemberdayaan masyarakat apabila dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi Kabupaten Sleman, terutama dalam menghadapi persoalan sampah. Dari tingkat kalurahan, kami ingin ikut berkontribusi mengurangi sampah dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Semoga gerakan ini dapat terus berkembang di setiap padukuhan,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)