Kepala Dinas Pendidikan Sleman Apresiasi Fun Try Out SMP Muhammadiyah 3 Depok
- Jan 10, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, mengapresiasi pelaksanaan Fun Try Out dan Open House SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman, Sabtu (10/1/2025), sebagai langkah strategis dalam mendukung kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dipersiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Mustadi menegaskan bahwa TKA merupakan asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025.
“TKA hadir untuk melengkapi sistem penilaian yang sudah ada di satuan pendidikan, bukan untuk menggantikannya. Kelulusan murid tetap menjadi kewenangan sekolah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TKA bertujuan memberikan penguatan capaian akademik murid secara objektif dan terstandar, sekaligus menjawab tantangan perbedaan kualitas penilaian antar sekolah. Adapun peserta TKA meliputi murid SD/MI kelas VI, SMP/MTs kelas IX, SMA/MA kelas XII, serta SMK/MAK kelas XII dan XIII untuk program empat tahun.
Mustadi menilai kegiatan Fun Try Out SMP Muhammadiyah 3 Depok ini sejalan dengan semangat kebijakan tersebut. Menurutnya, TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi akademik, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter murid yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
“Saya mengapresiasi SMP Muhammadiyah 3 Depok yang telah memfasilitasi kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan dan kepedulian terhadap peningkatan mutu pendidikan,” tandasnya.
Sementara Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok, Hasanudin, menyampaikan harapannya agar Kabupaten Sleman terus mengukuhkan diri sebagai barometer pendidikan nasional.
Ia merujuk pada capaian Provinsi DIY yang menempati peringkat pertama nasional dalam hasil TKA 2025 pada mata pelajaran strategis penentu literasi dan numerasi.
“Kita perlu memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Sleman. Upaya ini penting untuk menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Sleman sebagai bagian dari kota pendidikan,” ujarnya. (Athiful/KIM Depok)