Kementerian Haji dan Umrah Selenggarakan Manasik Haji Terintegrasi 1447 di Sleman
- Feb 14, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota Tahun 1447 Hijriyah di Aula MAN 2 Sleman, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini diikuti 181 calon jamaah haji asal Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Tanah Suci.
Panewu Depok, Djoko Muljanto, menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam yang mampu secara finansial dan fisik. Menurutnya, haji memiliki makna mendalam dalam membentuk ketaatan, pengorbanan, dan persatuan umat.
“Ibadah haji adalah rukun Islam yang wajib bagi yang mampu. Ibadah ini mengajarkan ketaatan, pengorbanan, dan memperkuat persatuan umat,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam jumlah yang sama. “Berangkat 181 jamaah, kami berharap pulang juga 181 jamaah. Jamaah harus menjaga diri dan kesehatan masing-masing. Pemerintah sudah maksimal dalam pelayanan, dan itu harus diimbangi dengan persiapan mandiri yang baik,” tegasnya.
Kepala KUA Depok, Abu Hanifah, melaporkan bahwa jumlah jamaah haji asal Kapanewon Depok Kabupaten Sleman tahun 1447 Hijriyah sebanyak 170 orang, dengan tambahan mutasi dari luar sebanyak 11 orang, sehingga total mencapai 181 jamaah.
Ia menjelaskan bahwa Manasik Haji Terintegrasi ini akan dilaksanakan selama empat hari dengan metode pembelajaran klasikal teori, serta satu hari praktik lapangan di Tempelsari, Maguwoharjo. Materi yang disampaikan disusun berdasarkan tahapan dan lokasi pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci agar jamaah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai prosesi ibadah.
“Setiap materi kami susun sesuai lokasi pelaksanaan haji, sehingga jamaah mendapatkan gambaran utuh terkait rangkaian ibadah di Tanah Suci,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berada di bawah koordinasi kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah. Di Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah tersedia embarkasi baru dengan tagline “Berangkat dari Tanah Istimewa menuju Tanah Suci”.
Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah berupaya memberikan pelayanan optimal kepada jamaah sebagai tamu Allah. Ia turut mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
Melalui manasik terintegrasi ini, ujar Abu Hanifah, pemerintah memastikan calon jamaah memperoleh pembekalan komprehensif, baik dari sisi pemahaman tata cara ibadah maupun kesiapan fisik dan mental, guna mendukung kelancaran penyelenggaraan haji Tahun 1447 Hijriyah. (Athiful/KIM Depok)