Kapanewon Depok Sleman Gelar Musyawarah Pengendalian Pembangunan Tahun 2025

  • Nov 12, 2025
  • KIM Depok

SLEMAN. Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menyelenggarakan Musyawarah Pengendalian Pembangunan Tahun 2025 di RM Moelih Ndeso, Maguwoharjo, Rabu (12/11/2025). 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, kalurahan, serta lembaga masyarakat, dengan menghadirkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman sebagai narasumber utama.

Perencana Ahli Muda Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman, Kurniawan Paimaon Harahap, menjelaskan bahwa kegiatan pengendalian pembangunan memiliki fungsi strategis untuk menjaga konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan, dan capaian pembangunan daerah.

“Kegiatan ini untuk meninjau pelaksanaan program pembangunan berjalan serta memastikan kesesuaiannya dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman,” ungkap dia.

Kurniawan menyampaikan bahwa visi pembangunan Kabupaten Sleman Tahun 2025–2029 adalah terwujudnya masyarakat Sleman yang maju, adil makmur, lestari, dan berkeadaban. 

“Visi ini dijabarkan melalui enam misi utama yang menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan hidup, reformasi birokrasi yang bersih, serta pemajuan kebudayaan dalam bingkai keistimewaan Yogyakarta,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan 16 program prioritas pembangunan daerah, di antaranya pengentasan kemiskinan, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, jaminan sosial bagi kelompok rentan, pengelolaan sampah melalui program Sleman Resik, perbaikan jalan dan penerangan umum, serta pengembangan sektor pariwisata, UMKM, dan ketahanan pangan.

Kurniawan menyebutkan bahwa usulan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Kapanewon Depok Tahun 2025 berjumlah 38 dengan total anggaran Rp2,97 miliar, terdiri dari Kalurahan Caturtunggal sebanyak 7 usulan, Condongcatur 15 usulan, dan Maguwoharjo 16 usulan. 

Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar, memperluas akses layanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui musyawarah ini, kita dapat mengidentifikasi capaian dan kendala pelaksanaan program, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis agar pembangunan di Sleman berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran,” jelasnya.

Panewu Depok, Djoko Muljanto, menegaskan bahwa musyawarah ini menjadi ruang bersama untuk memastikan seluruh program pembangunan di Kapanewon Depok berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap forum ini dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah kalurahan, kapanewon, dan kabupaten, agar setiap program pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, tambahnya, Kapanewon Depok berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berdaya guna, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Athiful/KIM Depok)