Kapanewon Depok Dorong Pencari Kerja Kuasai Keterampilan Drone

  • Mar 10, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Drone Aerial Program Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) hasil kerja sama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman dengan LPK Pusat Pelatihan Drone Indonesia di Gedung Sasana Anglocita Tama, Selasa (10/3/2026).

Panewu Depok, Djoko Muljanto mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Ia menjelaskan, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang merupakan warga Kabupaten Sleman dengan status pencari kerja. Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik yang dipandu oleh empat instruktur profesional yang berpengalaman dalam pengoperasian serta pemanfaatan teknologi drone.

Menurutnya, kemajuan teknologi digital saat ini membuka peluang kerja baru yang semakin beragam. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperluas wawasan sekaligus menguasai keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa teknologi drone kini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan dokumentasi visual, tetapi juga mulai berkembang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif dan industri digital.

Djoko menilai keterampilan pengoperasian drone dapat mendukung berbagai aktivitas kreatif, termasuk produksi konten visual untuk media sosial yang saat ini semakin berkembang dan memiliki potensi pasar yang luas.

“Ke depan, keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung profesi sebagai pengelola media sosial maupun konten kreator yang memiliki peluang kerja tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.

Djoko juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada saat kegiatan selesai, tetapi dapat terus diasah dan dikembangkan sehingga mampu menjadi modal penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan daya saing di masa mendatang. (Athiful/KIM Depok)