Embung Tambakboyo, Surga Kecil Pemancing Sleman

  • Nov 09, 2025
  • KIM Depok

SLEMAN. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban Kabupaten Sleman, ada satu pemandangan yang hampir selalu sama setiap akhir pekan. Deretan pemancing duduk rapi di tepi air, joran ditegakkan, dan mata menatap tenang ke permukaan yang beriak pelan. Itulah Embung Tambakboyo, yang kini dikenal bukan semata sebagai waduk buatan, melainkan ikon baru bagi para penghobi mancing di Kabupaten Sleman.

Bagi banyak warga, memancing di Embung Tambakboyo bukan sekadar kegiatan mencari ikan. Ia telah menjelma menjadi ritual akhir pekan, dengan cara melepas penat, mencari ketenangan, dan meneguhkan silaturahmi di antara sesama penghobi. Sejak pagi buta hingga menjelang senja, aroma umpan, suara pelampung yang jatuh, dan obrolan ringan di antara pemancing menciptakan suasana khas yang jarang ditemukan di tempat lain.

“Kalau mancing di Tambakboyo itu rasanya beda,” ujar Muhammad Arif Nugroho, salah satu pengunjung rutin, Minggu (9/11/2025). “Suasananya damai, ikannya banyak, dan yang paling penting, suasana kekeluargaannya terasa. Kadang kami tidak peduli dapat ikan atau tidak, yang penting bisa duduk di tepi air sambil ngopi,” tambahnya.

Embung yang terletak di perbatasan Condongcatur, Maguwoharjo, dan Wedomartani itu memang ideal untuk aktivitas mancing. Airnya relatif tenang, tepiannya luas, dan pepohonan rindang memberi kesejukan alami bagi siapa pun yang ingin menghabiskan waktu di sana. Jenis ikan seperti nila dan mujair tumbuh alami, menjadikan spot ini favorit bagi pemancing pemula hingga yang berpengalaman.

Menariknya, sebagian komunitas mancing lokal kerap menjadikan Tambakboyo sebagai lokasi pertemuan dan latihan bersama. Ada yang datang membawa perlengkapan sederhana, ada pula yang dengan peralatan profesional, namun semuanya menyatu dalam suasana santai dan kebersamaan.

Tak sedikit pula warga yang datang hanya untuk menonton. Anak-anak sering terlihat berlarian di tepian, sementara para orang tua duduk santai menikmati semilir angin sore. Dari kegiatan sederhana itu, lahirlah ruang sosial baru di tengah kawasan perkotaan Sleman, yaitu ruang yang mempertemukan manusia, alam, dan ketenangan dalam satu garis senar pancing.

Dengan keteduhan alam dan kebersamaan yang tumbuh di sekitarnya, aktivitas mancing di Embung Tambakboyo kini lebih dari sekadar hobi. Ia telah menjadi bagian dari ritme hidup warga Sleman, simbol rekreasi sederhana yang tetap memelihara kedekatan dengan alam. (Athiful/KIM Depok)