UNY Dorong Ketangguhan Warga Sleman Hadapi Cuaca Ekstrem

  • Jul 19, 2026
  • KIM Depok
  • Bencana, Pendidikan, Lingkungan

SLEMAN. Edukasi mitigasi bencana menjadi salah satu upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman angin kencang dan tanah longsor. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membekali warga dengan pengetahuan mengenai potensi bencana, langkah mitigasi, dan upaya penyelamatan diri di Padukuhan Karangmojo, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Minggu (19/7/2026).

Kepala Laboratorium Evaluasi dan Asesmen Departemen Pendidikan Fisika UNY, Tsania Nur Diyana, mengatakan bahwa peningkatan literasi kebencanaan merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko bencana. 

Menurutnya, masyarakat yang memahami potensi ancaman di lingkungannya akan lebih siap mengambil keputusan yang tepat ketika terjadi keadaan darurat.

“Mitigasi bencana harus dimulai dari pengetahuan masyarakat agar mampu mengenali tanda-tanda bahaya dan mengambil tindakan yang tepat sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai karakteristik angin kencang dan tanah longsor, faktor penyebab, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal. 

Tsania memperkenalkan berbagai indikator awal cuaca ekstrem, seperti perubahan suhu secara tiba-tiba dan munculnya awan cumulonimbus. Selain itu, masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak kerusakan bangunan, pohon tumbang, gangguan infrastruktur, hingga potensi korban jiwa akibat angin kencang maupun tanah longsor.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat menyampaikan pengalaman serta kondisi kerawanan bencana di lingkungan masing-masing. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong masyarakat menerapkan langkah-langkah mitigasi secara mandiri.

“Kami berharap masyarakat semakin siap menghadapi cuaca ekstrem dan mampu mengurangi risiko bencana melalui tindakan pencegahan yang tepat. Penguatan literasi kebencanaan juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya tangguh bencana di tingkat masyarakat Kabupaten Sleman,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)