DPP IKA UNY Bedah Peluang dan Tantangan AI dalam Pendidikan

  • Jan 24, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPP IKA UNY) menyelenggarakan Karangmalang Education Forum (KEF) sebagai media diskusi strategis untuk merespons perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. 

Kegiatan bertema “AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Semua” ini dilaksanakan secara hybrid di Ballroom Gedung IKA UNY, Sabtu (24/1/2026), dan diikuti peserta secara luring serta daring melalui Zoom Meeting.

Ketua DPP IKA UNY, Suyanto, menyatakan bahwa KEF merupakan kontribusi nyata alumni UNY dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pendidikan di era AI. 

“Forum ini kami rancang untuk mempertemukan gagasan dan praktik terbaik agar pemanfaatan AI berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Ia menegaskan, melalui kegiatan ini DPP IKA UNY mendorong pemanfaatan AI yang terarah, beretika, dan berkelanjutan guna meningkatkan mutu pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, dengan menempatkan manusia sebagai pusat proses pendidikan.

Sementara Rektor UNY, Sumaryanto, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menyikapi transformasi digital. Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, serta menjaga nilai-nilai humanistik sebagai fondasi pendidikan nasional.

Staf Ahli Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Ismunandar, memaparkan materi dengan topik “Budaya Belajar di Era AI”. Ia mengulas perubahan paradigma belajar akibat pesatnya teknologi digital serta menekankan penguatan budaya belajar yang kritis, kreatif, dan berakar pada nilai-nilai kebudayaan bangsa.

Sementara Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Bambang Riyanta, memaparkan tema “Bisakah AI Menggantikan Manusia (Guru)”. Ia menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran dan tidak menggantikan peran guru, khususnya dalam pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan peserta didik. (Athiful/KIM Depok)