Dosen UNY Perkuat Motivasi 758 Peserta OlympicAD Nasional Kafilah DIY
- Feb 07, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Dosen Departemen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tsania Nur Diyana, menegaskan pentingnya prestasi yang berakar pada akhlak mulia saat memberikan penguatan dan motivasi kepada 758 peserta Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Tahun 2026 Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penegasan tersebut menekankan bahwa keunggulan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Hal itu disampaikan Tsania dalam penguatan dan motivasi peserta OlympicAD VIII Nasional kafilah DIY, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan kafilah DIY menjelang pelaksanaan OlympicAD VIII tingkat nasional yang akan berlangsung pada 12–14 Februari 2026 di Kota Makassar, dengan pusat kegiatan di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Dalam kesempatan itu, Tsania menekankan bahwa pendidikan di era globalisasi menuntut keseimbangan antara kecakapan intelektual dan ketangguhan karakter. “Prestasi sejati bukan hanya diukur dari skor dan medali, tetapi dari kepribadian utuh yang berilmu, beriman, dan berakhlak. Di sinilah nilai pendidikan Muhammadiyah menemukan relevansinya,” ujarnya.
Tsania menggarisbawahi peran OlympicAD sebagai ruang pembelajaran yang mendorong kompetisi sehat, kreatif, dan edukatif. Menurutnya, olimpiade ini tidak semata ajang lomba, tetapi wahana pembinaan nilai sportivitas, kejujuran, dan kerja keras. “Anak-anak harus berani berprestasi sekaligus rendah hati, disiplin, dan bertanggung jawab atas proses yang dijalani,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tsania menilai tema OlympicAD VIII “Berprestasi dengan Akhlak Mulia, Berkarya untuk Indonesia Emas 2045” selaras dengan cita-cita besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Tema tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi yang unggul secara akademik dan kokoh secara moral.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui pembekalan ini, Tsania berharap para peserta OlympicAD Kafilah DIY memiliki kesiapan mental dan spiritual yang kuat saat berlaga di tingkat nasional. Ia mendorong peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai proses belajar, memperluas jejaring persahabatan, serta mempererat silaturahmi antar sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Menang adalah bonus. Yang utama adalah proses belajar, kejujuran, dan akhlak dalam setiap langkah. Dari sanalah prestasi yang berkelanjutan akan lahir,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)