Doa Bersama Tandai Rasa Syukur 80 Tahun Kalurahan Maguwoharjo

  • Feb 28, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Menjelang usia ke-80 tahun, Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pembangunan kalurahan. 

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Sabtu (28/2/2026), tersebut menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memohon keberkahan serta kelancaran langkah ke depan.

Doa bersama dihadiri Panewu Depok Djoko Muljanto, didampingi Panewu Anom R. Hery Subagio, Penjabat Lurah Maguwoharjo Isti Fajaroh, Ketua BPKal Maguwoharjo H. Saliman, serta Forum Pimpinan Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Hadir pula pamong kalurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur kelembagaan yang turut menguatkan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Dalam sambutannya, Panewu Depok Djoko Muljanto menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Maguwoharjo merupakan momentum refleksi atas perjalanan sejarah sekaligus penguatan komitmen pelayanan kepada masyarakat. 

Menurutnya, usia delapan dekade menunjukkan kematangan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan berbasis partisipasi warga.

Djoko berharap Kalurahan Maguwoharjo tetap konsisten dengan slogannya, prasojo dan mitayani. Nilai prasojo mencerminkan kesederhanaan dan kejujuran dalam menjalankan amanah, sedangkan mitayani menegaskan orientasi pelayanan yang tulus kepada masyarakat.

“Semangat prasojo dan mitayani harus terus dihidupkan dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik. Pemerintah kalurahan perlu hadir dengan sikap sederhana, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas antarunsur pemerintahan dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin dinamis. 

“Kolaborasi antara pamong, BPKal, lembaga kemasyarakatan, tokoh agama, serta generasi muda dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan sosial dan mempercepat kemajuan wilayah,” katanya.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana memperkuat kebersamaan dan meneguhkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola yang akuntabel, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Djoko juga menyampaikan harapannya agar di usia ke-80 tahun, Kalurahan Maguwoharjo semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas bersama.

“Semoga Maguwoharjo terus menjadi kalurahan yang aman, nyaman, rukun, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakatnya,” tutupnya. (Athiful/KIM Depok)