Dispora Sleman Perkuat Karakter Pelajar Berbasis Budaya SMP Muhammadiyah 1 Prambanan
- May 19, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan advokasi pemuda bertema “Pemuda Berkarakter dan Berbudaya” di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Senin, (18/5/2026). Kegiatan ini diikuti 100 siswa kelas VII, VIII, dan IX sebagai upaya menanamkan karakter positif sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa, khususnya budaya Jawa.
Kepala Bidang Pembinaan Kepemudaan Dispora Kabupaten Sleman, Trining Diah Pawestri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan karakter generasi muda sejak usia sekolah.
Menurutnya, pelajar tidak hanya perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus dibekali nilai moral, etika, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Melalui kegiatan ini, Dispora Sleman ingin mendorong para pelajar agar tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, santun, percaya diri, dan memiliki kepedulian terhadap budaya,” ujarnya.
Menurutnya, budaya Jawa mengajarkan nilai-nilai luhur seperti tata krama, penghormatan kepada orang tua, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga ucapan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Diah menambahkan, bahwa penguatan karakter dan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelajar tidak tercerabut dari akar budayanya di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
“Generasi muda Kabupaten Sleman harus mampu menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan, namun tetap berpegang pada nilai-nilai karakter dan budaya yang baik,” katanya.
Semula kegiatan ini ditargetkan khusus bagi siswa kelas IX. Namun, karena dinilai memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter peserta didik, sasaran kegiatan diperluas untuk seluruh jenjang kelas.
“Dengan demikian, semakin banyak siswa memperoleh wawasan, pengalaman, dan pemahaman mengenai pentingnya karakter serta budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, Daswati Rofiatun Sahifah, menjelaskan bahwa kegiatan advokasi pemuda ini menjadi sarana penting untuk membekali siswa agar tumbuh sebagai calon pemuda yang berkarakter positif dan memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
“Nilai-nilai budaya Jawa sejatinya mampu membentuk karakter yang baik, menekan perilaku negatif, sekaligus menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap budaya bangsa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa memperoleh penguatan mengenai nilai-nilai kehidupan dalam budaya Jawa yang sarat makna pendidikan karakter. Sejumlah ungkapan Jawa, seperti “ajining diri gumantung ana ing lathi” dan “ajining raga gumantung ana ing busana,” menjadi pengingat pentingnya menjaga tutur kata, sikap, perilaku, dan penampilan dalam kehidupan sosial.
Selain mendapatkan materi tentang nilai-nilai budaya, para siswa juga diajak memahami praktik tata krama dalam budaya Jawa. Mereka dikenalkan cara bersalaman yang sopan saat bertemu orang yang lebih tua, etika bersikap dalam pergaulan, hingga pengenalan rasukan atau busana adat khas Yogyakarta dan Solo
“Kegiatan berlangsung aktif dan menarik. Para siswa antusias mengikuti setiap sesi, termasuk saat dikenalkan tembang dolanan Jawa yang mengandung pesan moral, nilai kebersamaan, serta pembelajaran karakter bagi anak dan remaja,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, ujar Daswati, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga kuat secara karakter dan memiliki akar budaya yang kokoh.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pengalaman berharga bagi siswa SMP Muhammadiyah 1 Prambanan. Nilai-nilai karakter, tata krama, dan kecintaan terhadap budaya yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)