Caturtunggal Sepakati Tiga Program Prioritas Percepatan Penanganan Stunting
- Jul 16, 2026
- KIM Depok
- Kesehatan
Caturtunggal – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar Rembug Stunting Tingkat Kalurahan Tahun 2026 pada Senin (13/7) di Ruang Karang Tumaritis, Kalurahan Caturtunggal. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kondisi stunting di wilayah, serta menyepakati program prioritas sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Caturtunggal.
Rembug stunting dihadiri oleh Panewu Depok, Penjabat Lurah Caturtunggal, Kepala Puskesmas Depok III, BPKal Caturtunggal, Pendamping Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Ketua TP PKK Kalurahan Caturtunggal beserta anggota, Ketua Pokja Posyandu, Karang Taruna, perwakilan Paguyuban TK dan PAUD, serta perwakilan Posyandu se-Kalurahan Caturtunggal. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui sinergi dari seluruh sektor. Diperlukan kesepahaman bersama di Kalurahan Caturtunggal agar setiap program dapat berjalan efektif. Angka stunting memang dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Meskipun data yang paling valid berada di Puskesmas, angka tersebut tetap menjadi indikator yang harus kami laporkan sebagai salah satu tolok ukur kinerja pemerintah kalurahan. Semoga pertemuan ini memberikan manfaat dan memperkuat kerja sama lintas sektor sehingga program penanganan stunting dapat berjalan dengan baik," ujar Feri Ferdian.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Panewu Depok, Rakhmat Harinawan yang menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui pendekatan keluarga. Menurutnya, perhatian terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
"Peran ayah dan keluarga sangat penting sejak ibu mengandung hingga anak memasuki usia 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Selain itu, imunisasi lengkap, keaktifan datang ke Posyandu, dan keterlibatan seluruh anggota keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah stunting. Kami berharap melalui rembug stunting ini lahir berbagai masukan yang dapat menjadi dasar pemerintah dalam menyusun langkah penanganan stunting yang lebih baik," ungkapnya.
Memasuki sesi pemaparan, Kader Pembangunan Manusia (KPM) menyampaikan hasil pendataan dan evaluasi kondisi di Kalurahan Caturtunggal. Disampaikan bahwa masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan program, di antaranya belum lengkapnya basis data masyarakat, khususnya data balita yang masih memerlukan kelengkapan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, masih ditemukan ibu hamil yang belum rutin melakukan pemeriksaan kehamilan maupun mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kepala Puskesmas Depok III kemudian memaparkan kondisi kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja Puskesmas serta pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, dan edukasi kepada keluarga sebagai langkah pencegahan stunting.
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari peserta, antara lain terkait pemenuhan gizi anak usia dini, edukasi pola makan sehat, peningkatan peran Posyandu, serta pentingnya keterlibatan keluarga, khususnya ayah, dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Sebagai hasil dari rembug stunting, seluruh peserta menyepakati tiga program prioritas yang akan dilaksanakan di Kalurahan Caturtunggal, yaitu:
1. Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak di TK dan PAUD.
2. Edukasi mengenai pengolahan dan pemberian makanan bergizi kepada guru PAUD, guru TK, serta perwakilan wali murid.
3. Edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi pasangan ibu hamil dengan melibatkan peran aktif para ayah dalam mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Ketiga program tersebut dipilih sebagai langkah strategis yang dapat segera diimplementasikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Puskesmas, kader kesehatan, lembaga pendidikan, serta seluruh unsur masyarakat.
Melalui Rembug Stunting Tahun 2026 ini, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal berharap terbangun komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kualitas data sebagai dasar perencanaan program, serta mengoptimalkan pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif dalam percepatan penurunan stunting. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan upaya yang dilakukan mampu mewujudkan generasi Caturtunggal yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(oktaviana)