BPMP DIY Gelar KHD Cup 2026 Perkuat Karakter Pesilat Pelajar

  • May 20, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY menggelar Ki Hajar Dewantara Cup (KHD Cup) 2026 di Kampus BPMP DIY, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Selasa-Rabu (19-20/5/2026). Ajang seni pencak silat antar pelajar tersebut menjadi ruang pembinaan prestasi, karakter, sportivitas, dan keluhuran akhlak bagi peserta didik.

Kepala BPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, mengatakan bahwa KHD Cup menjadi agenda rutin BPMP DIY sejak 2024 sebagai bagian dari inovasi layanan pendidikan. Kegiatan tersebut terbuka bagi pelajar jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan madrasah sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurutnya, pencak silat memiliki nilai yang luas karena tidak hanya berkaitan dengan olahraga dan bela diri, tetapi juga memuat unsur seni budaya, pembinaan mental, serta penguatan spiritual.

“Pencak silat memiliki nilai yang sangat relevan untuk membentuk karakter pelajar. Di dalamnya ada kedisiplinan, keberanian, sportivitas, penghormatan, dan pembinaan akhlak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

KHD Cup 2026 juga menjadi bentuk komitmen BPMP DIY dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berdampak langsung bagi peserta didik. Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia tidak memungut biaya pendaftaran dan menyediakan makan siang bagi seluruh peserta.

Adi menambahkan, setiap peserta juga direncanakan memperoleh boneka maskot sebagai bentuk apresiasi. Hal tersebut diharapkan menambah semangat, kegembiraan, dan pengalaman positif bagi pelajar selama mengikuti lomba.

“Kegiatan ini dibiayai melalui DIPA BPMP DIY, sehingga peserta tidak dikenai biaya pendaftaran. Karena kuota terbatas, sekolah dan peserta kami harapkan mempersiapkan diri dengan baik dan tidak terlambat mendaftar,” katanya.

Adapun kuota peserta dibatasi sebanyak 200 orang, menyesuaikan dengan anggaran dan fasilitas penyelenggaraan. Para pelajar dan sekolah diimbau memantau informasi resmi melalui laman dan media sosial BPMP DIY agar tidak tertinggal informasi pendaftaran.

Nomor yang dilombakan meliputi seni jurus tunggal baku IPSI dan tunggal bebas atau solo kreatif. Para juara akan memperoleh medali emas, perak, dan perunggu, piagam penghargaan dari BPMP DIY sebagai UPT Kemendikdasmen, serta tas apresiasi bagi peraih medali.

Dalam kesempatan tersebut, Adi berharap KHD Cup 2026 tidak hanya melahirkan pelajar berprestasi, tetapi juga menumbuhkan sikap jujur, sportif, rendah hati, dan bersahabat.

“Di gelanggang para peserta bertanding dengan semangat dan sportivitas. Di luar gelanggang, mereka tetap menjadi sahabat. Itulah nilai luhur pencak silat yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Melalui KHD Cup 2026, BPMP DIY berharap pelajar di Yogyakarta semakin terdorong mengembangkan potensi, meraih prestasi, serta memperkuat karakter dan akhlak mulia melalui seni pencak silat. (Athiful/KIM Depok)