Andri Putranto, Asisten Lapangan SPPG Pengawal Operasional MBG Maguwoharjo
- Feb 16, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Di balik kelancaran distribusi program makan bergizi di wilayah Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman terdapat sosok yang bekerja memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. Ia adalah Andri Putranto, Asisten Lapangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Krodan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
SPPG Krodan saat ini melayani 2.410 penerima manfaat dari 8 sekolah. Operasional tersebut didukung oleh 50 relawan yang bekerja secara terkoordinasi di bawah pengawasan lapangan.
Adapun delapan sekolah penerima manfaat meliputi TK PKK Maguwoharjo, TK Annur III, TK Arif Rahman Hakim, SD Negeri Nanggulan, SD Negeri Tajem, SD Negeri Timbulharjo, SMP Negeri 3 Depok, dan SMK Negeri 1 Depok.
Dalam struktur pelaksana program, peran asisten lapangan menjadi ujung tombak operasional. Andri memastikan seluruh tahapan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi, berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Setiap proses harus terpantau dengan baik. Kami memastikan bahan baku berkualitas, pengolahan sesuai standar keamanan pangan, dan makanan diterima siswa dalam kondisi aman serta bergizi,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Setiap hari ia melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan dan kualitas bahan baku, sistem penyimpanan, sanitasi peralatan, serta kebersihan dapur. Pengawasan juga mencakup penggunaan air bersih dan kondisi kesehatan para karyawan dapur untuk mencegah risiko kontaminasi silang.
Bagi Andri, menjaga higienitas dan konsistensi mutu bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen profesional. “Program ini menyangkut kebutuhan gizi anak sekolah. Karena itu, standar keamanan pangan harus ditegakkan tanpa kompromi,” tegasnya.
Selain pengawasan teknis, Andri mengatur jadwal kerja karyawan, mengelola logistik, serta mencatat penggunaan bahan baku sebagai bagian dari sistem pelaporan. Ketepatan waktu distribusi menjadi indikator penting dalam evaluasi harian.
“Distribusi tepat waktu menjadi komitmen kami. Itu semua untuk memastikan makanan tetap layak konsumsi saat diterima di sekolah,” katanya.
Koordinasi dengan pihak sekolah, ahli gizi, dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi bagian dari tanggung jawabnya. Laporan produksi, kendala operasional, dan rekomendasi perbaikan disusun secara berkala untuk mendukung perbaikan berkelanjutan.
Dalam praktik lapangan, Andri turut mendampingi proses pengiriman makanan dan memastikan penerimaan berjalan tertib. Ia juga mengawal pengumpulan kembali wadah makan siswa sebagai bagian dari tata kelola distribusi yang efisien.
Program makan bergizi yang dijalankan melalui SPPG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi juga pada sistem pengawasan mutu yang terukur dan akuntabel. Di titik inilah peran Andri menjadi strategis dengan menghubungkan kebijakan dengan pelaksanaan teknis di lapangan.
“Ini adalah amanah. Kami bekerja untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan yang sehat dan aman setiap hari,” tuturnya.
Melalui ketelitian, kedisiplinan, dan kemampuan koordinasi yang kuat, Andri menunjukkan bahwa keberhasilan program pemenuhan gizi nasional bertumpu pada profesionalisme pelaksana di lapangan. Di balik ribuan porsi yang tersaji setiap hari, terdapat kerja sistematis yang dijaga dengan integritas dan tanggung jawab. (Athiful/KIM Depok)