Takmir Masjid NHK Borong 210 Kilogram Sawi Sendok untuk Jamaah, Bantu Petani Kopeng dan Tebar Kebahagiaan Lewat Sedekah Pangan
- Jul 21, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial. Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Takmir Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK), Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Untuk ketiga kalinya, takmir memborong hasil panen petani berupa 210 kilogram sawi sendok dan membagikannya secara gratis kepada jamaah yang mengikuti salat Magrib dan Isya berjamaah pada Selasa 21 Juli 2026
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap petani sayuran di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang, yang tengah menghadapi anjloknya harga komoditas hortikultura. Selain membantu petani memperoleh harga yang lebih layak, program ini juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada jamaah melalui sedekah pangan.
Ketua Takmir Masjid NHK, Ari Yulianto, S.Pd.Si, menjelaskan bahwa pihaknya kembali menerima informasi dari Priyono, salah seorang petani sayuran asal Kopeng, mengenai merosotnya harga sawi di tingkat petani.
"Pak Priyono menghubungi kami dan menyampaikan bahwa harga sayuran sedang turun drastis. Karena itu, kami berinisiatif membantu dengan membeli sekitar tiga karung atau kurang lebih 210 kilogram sawi sendok seharga Rp2.000 per kilogram. Setelah itu kami umumkan kepada jamaah salat Magrib dan Isya agar membawa pulang sayuran secara gratis untuk dimasak bersama keluarga," ujar Ari.
Menurutnya, program tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, membantu petani agar tidak mengalami kerugian lebih besar akibat jatuhnya harga hasil panen. Kedua, menjalankan semangat wabasysyiril 'ibad atau menggembirakan sesama dengan memberikan hadiah sederhana namun bermanfaat kepada jamaah masjid.
"Nilainya mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi petani sekaligus jamaah. Masjid harus mampu menjadi tempat yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Priyono mengaku bersyukur atas kepedulian Takmir Masjid NHK. Menurutnya, langkah tersebut sangat membantu petani ketika harga sayuran berada di bawah biaya produksi.
"Kami berharap semakin banyak takmir masjid, komunitas, maupun lembaga sosial yang memiliki kepedulian serupa. Membeli hasil panen petani untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat adalah solusi sederhana tetapi manfaatnya dirasakan banyak pihak," ungkapnya.
Karena jumlah sayuran yang dibagikan cukup banyak, setiap jamaah diperbolehkan membawa pulang dua hingga empat ikat sawi sendok. Setelah pembagian kepada jamaah Magrib dan Isya, masih tersedia cukup banyak sayuran sehingga pembagian dilanjutkan kepada jamaah salat Subuh hingga seluruhnya habis.
Salah seorang jamaah, Sutiyani, mengaku senang mendapatkan sedekah sayuran dari masjid.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada takmir. Besok pagi sawi ini akan saya masak oseng dan capcai untuk keluarga," katanya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan Mugiyono, warga yang rumahnya berada di sekitar masjid.
"Program seperti ini sangat bermanfaat. Selain membantu petani, jamaah juga ikut merasakan berkahnya. Semoga terus berlanjut," ujarnya.
Program berbagi sayuran tersebut semakin menegaskan peran Masjid NHK sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan sosial masyarakat. Sebelumnya, masjid ini juga dikenal rutin menyelenggarakan Program Jumat Berkah, yakni penyediaan makan siang gratis bagi jamaah usai Salat Jumat. Setiap Jumat pertama hingga keempat, penyelenggaraan dilakukan secara bergilir oleh kelompok sedekah jamaah, sedangkan Jumat kelima dibiayai dari kas takmir. Setiap pekan disiapkan sekitar 250–300 porsi dengan menu yang bervariasi, seperti bakso, soto, bubur, hingga menu khas lainnya. Program tersebut telah menjadi tradisi gotong royong yang memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pelayanan sosial masyarakat.
Masjid Nurul Hidayah Kayen sendiri merupakan salah satu masjid aktif di Kalurahan Condongcatur yang secara konsisten mengembangkan berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan, sehingga keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar.
Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, Takmir Masjid NHK menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi jembatan antara kepentingan petani dan kebutuhan masyarakat. Ketika hasil panen terserap, petani tersenyum. Ketika sayuran dibagikan, jamaah pun bergembira. Inilah wujud nyata gotong royong, kepedulian, dan keberkahan yang tumbuh dari rumah ibadah.
©️ 2026