BKKBN DIY Edukasi Konselor PIK-R Perkuat Pemahaman Remaja

  • May 22, 2026
  • KIM Depok

SLEMAN. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY memberikan edukasi tentang pemahaman remaja kepada Konselor Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Restu, Padukuhan Sambilegi Kidul, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (22/5/2026).

Penyuluh KB Kapanewon Depok, Enik Kisnawati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman konselor PIK-R mengenai tugas perkembangan remaja, perubahan yang terjadi pada masa pubertas, kesehatan mental, serta tantangan yang dihadapi remaja saat ini.

“Remaja berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini, mereka mengalami banyak perubahan, baik secara fisik, psikis, sosial, maupun emosional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masa remaja identik dengan pubertas, yaitu fase perubahan yang mencakup perkembangan fungsi otak, hormon, fungsi tubuh dewasa, serta kemampuan sosial-emosional. Karena itu, remaja perlu mengenal perubahan dirinya agar mampu bersikap lebih sehat dan bertanggung jawab.

Pada remaja perempuan, perubahan fisik dapat berupa mulai menstruasi, payudara membesar, pinggul melebar, serta tumbuh rambut halus di beberapa bagian tubuh. Sementara pada remaja laki-laki, perubahan dapat berupa suara menjadi lebih berat, tumbuh jakun, kumis, janggut, serta terjadinya mimpi basah.

“Perubahan tersebut merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang. Remaja perlu memahami bahwa perubahan tubuh bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi perlu dikenali dan dikelola dengan baik,” katanya.

Selain perubahan fisik, remaja juga menghadapi perubahan psikis. Di antaranya perubahan suasana hati, emosi yang lebih sensitif, krisis identitas, keinginan untuk mandiri, serta mulai muncul ketertarikan kepada lawan jenis. Kondisi tersebut perlu dipahami agar remaja mampu mengenali diri dan mengelola emosi secara tepat.

Menurutnya, remaja tidak hanya perlu sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental. Remaja yang sehat mental diharapkan mampu mengenali emosi, mengelola tekanan, membangun kebiasaan baik, serta memiliki jaringan dukungan yang positif.

“Remaja harus dilatih untuk menghadapi persoalan. Mereka tidak akan terhindar dari masalah, sehingga perlu belajar menyelesaikan masalah dengan cara yang baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Enik juga mengingatkan sejumlah tantangan remaja masa kini, seperti kemudahan mengakses konten negatif, pengaruh kekerasan dan pornografi, fear of missing out atau FOMO, gaya hidup hedonis, serta ketergantungan pada teknologi.

Ia menambahkan, Konselor PIK-R memiliki peran penting sebagai teman sebaya yang mampu memberi informasi, mendengar, dan mengarahkan remaja kepada perilaku yang sehat. Karena itu, konselor perlu memiliki pemahaman yang cukup agar dapat menjadi ruang aman bagi remaja dalam berbagi persoalan.

Melalui edukasi ini, Konselor PIK-R Restu Tlukan diharapkan semakin siap mendampingi sesama remaja secara positif, membangun komunikasi yang sehat, serta ikut menciptakan lingkungan remaja yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan zaman. (Athiful/KIM Depok)