Akademisi UII Tekankan Netizen sebagai Pilar Penjaga Ruang Digital dan Sosial
- Apr 23, 2026
- KIM Depok
SLEMAN. Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII), Ipan Pranashakti, menegaskan peran strategis netizen sebagai penjaga stabilitas sosial dan ruang digital dalam kegiatan silaturahim dan pembinaan netizen yang digelar Bidhumas Polda DIY di Gedung Promoter Polda DIY, Kamis (23/4/2026).
Dalam pemaparannya, Ipan menyebut bahwa kesejahteraan masyarakat Yogyakarta ditopang oleh tiga aspek utama, yakni kondisi sosial, keamanan, dan kenyamanan. Ketiganya, menurut dia, tidak hanya relevan di ruang fisik, tetapi juga harus dijaga dalam ekosistem digital.
Ia menekankan bahwa netizen tidak lagi dapat diposisikan sebagai konsumen pasif informasi.
“Netizen dituntut berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam menjaga kualitas ruang digital,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ipan menyoroti eskalasi penyebaran hoaks yang kian kompleks. Hoaks, kata dia, merupakan informasi yang tidak sesuai fakta dan disebarkan seolah benar, baik secara sengaja maupun akibat rendahnya literasi.
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dinilai semakin mempercepat produksi dan distribusi disinformasi.
Ia juga menguraikan karakteristik netizen Indonesia pada 2026 yang dipengaruhi oleh faktor demografi, perilaku digital, dinamika politik, serta pola interaksi dan etika bermedia sosial.
“Kondisi tersebut menuntut peningkatan kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas informasi publik,” tegasnya.
Melalui forum ini, Ipan mendorong penguatan peran netizen sebagai aktor kunci dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus mempertahankan citra Yogyakarta sebagai ruang yang aman, nyaman, dan berbudaya. (Athiful/KIM Depok)