Perpustakaan Istana Kepresidenan Perkuat Literasi Generasi Muda Sleman

  • Jul 17, 2026
  • KIM Depok
  • Pendidikan

SLEMAN. Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda. Selain menjadi pusat referensi sejarah dan kebangsaan, perpustakaan tersebut juga menjadi ruang belajar yang mendorong peserta didik memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Afifuddin, mengatakan literasi merupakan bekal penting yang harus dimiliki siswa, khususnya di jenjang sekolah menengah kejuruan. 

Menurutnya, kemampuan literasi akan melengkapi kompetensi vokasi sehingga lulusan tidak hanya terampil, tetapi juga mampu memahami informasi, menganalisis persoalan, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Literasi harus menjadi budaya di kalangan siswa SMK. Mereka tidak cukup hanya memiliki keterampilan vokasi, tetapi juga perlu memperluas wawasan melalui membaca dan memahami berbagai sumber pengetahuan,” ujarnya, Jumat (17/7/2026). 

Kegiatan itu menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan peserta didik.

“Selama kunjungan siswa dikenalkan dengan berbagai koleksi literatur yang memuat sejarah perjuangan bangsa, perjalanan pemerintahan, serta berbagai referensi tentang kepemimpinan nasional,” paparnya.

Pengalaman tersebut, katanya, diharapkan dapat mendorong siswa menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Afifuddin menambahkan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kami ingin siswa memiliki kebiasaan belajar yang kuat. Dengan budaya literasi yang baik, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan lanjutan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Menurutnya, melalui pengalaman belajar langsung di Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta, generasi muda diharapkan semakin menyadari pentingnya membaca sebagai fondasi untuk membangun pengetahuan, karakter, dan daya saing di masa depan. (Athiful/KIM Depok)