Pembangunan Jalan Konblok Condongcatur Tahun 2026 Sasar 24 Titik di 21 RW

  • Jul 17, 2026
  • KIM Depok
  • Ekonomi, Pembangunan

SLEMAN. Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus memantapkan persiapan pelaksanaan Program Pembangunan Jalan Konblok Tahun Anggaran 2026 melalui Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jalan Konblok yang diselenggarakan di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Jumat 17 Juli 2026

Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi teknis, serta memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tertib, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Rapat dipimpin oleh Carik Kalurahan Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, S.TP., M.Sc., serta dihadiri Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, S.IP., M.AP., Ulu-Ulu Condongcatur Murgiyanta, S.E., staf Ulu-Ulu, staf Carik, para dukuh, Ketua RW, dan Ketua Panitia Pembangunan dari wilayah yang menjadi lokasi pembangunan.

Program pembangunan jalan konblok Tahun 2026 akan dilaksanakan di 24 titik yang tersebar pada 21 RW di 12 padukuhan, yakni Pondok, Dero, Ngringin, Dabag, Gejayan, Kaliwaru, Soropadan, Pringwulung, Kayen, Pikgondang, Joho, dan Ngropoh.

Pendanaan pembangunan berasal dari tiga sumber, yaitu Dana Desa (DD), Pendapatan Bagi Hasil (PBH), serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Sleman. Dari total 24 titik pembangunan, sebanyak 9 titik dibiayai melalui Dana Desa, 10 titik melalui PBH, dan 5 titik melalui BKK Kabupaten Sleman yang saat ini masih dalam proses pencairan.

Dalam sambutannya, Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, S.IP., M.AP. menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang selama ini mendukung pembangunan di wilayah Kalurahan Condongcatur. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat.

"Pembangunan jalan konblok ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kepedulian warga. Bantuan Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersifat stimulan sehingga keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh partisipasi, swadaya, dan gotong royong masyarakat. Saya berharap seluruh pekerjaan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, tepat mutu, tepat waktu, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," tegasnya

Budi Arto juga mengajak para dukuh, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan panitia pembangunan untuk aktif menyosialisasikan program tersebut kepada warga sehingga seluruh proses pembangunan dapat berlangsung dengan baik, mengedepankan musyawarah, serta meminimalkan potensi kesalahpahaman di lapangan.

Sementara itu, Ulu-Ulu Kalurahan Condongcatur Murgiyanta, S.E. menjelaskan bahwa rapat koordinasi dilaksanakan sebagai forum penyamaan persepsi sekaligus pembekalan teknis bagi seluruh panitia pembangunan sebelum pekerjaan dimulai.

Pengiriman material ke seluruh lokasi dijadwalkan mulai 10 Agustus 2026. Material yang digunakan berupa konblok merek Mutiara tipe Holland dengan ketebalan 6 sentimeter dan mutu beton K-200 hingga K-250, sehingga diharapkan menghasilkan konstruksi jalan yang kuat, rapi, dan tahan lama.

Panitia pembangunan diwajibkan mendokumentasikan seluruh tahapan pekerjaan mulai dari 0 persen, 25 persen, 50 persen, 75 persen hingga 100 persen, termasuk saat material tiba di lokasi yang selanjutnya dilaporkan melalui WhatsApp Group Pembangunan Jalan Konblok Tahun 2026.

"Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh panitia pembangunan sebelum pekerjaan dimulai. Kami berharap setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, didokumentasikan secara lengkap, dan didukung administrasi yang tertib sehingga seluruh proses pembangunan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik," jelasnya 

Murgiyanta menambahkan, pembayaran upah mandor, tukang, dan pekerja akan diberikan sebesar 50 persen pada awal kegiatan, sedangkan sisanya dicairkan setelah laporan pertanggungjawaban pekerjaan dinyatakan lengkap sesuai ketentuan. Kelengkapan administrasi meliputi daftar hadir tenaga kerja, bukti penerimaan upah, fotokopi KTP pekerja, dokumentasi progres pekerjaan, hingga laporan penggunaan swadaya masyarakat apabila terdapat tambahan material seperti semen dan pasir.

Pada kesempatan yang sama, Carik Kalurahan Condongcatur Riska Dian Nur Lestari, S.TP., M.Sc. menegaskan bahwa bantuan pembangunan dari Pemerintah Kalurahan hanya bersifat stimulan sehingga semangat swadaya masyarakat tetap menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan.

"Semangat swadaya dan gotong royong harus terus kita pelihara. Bantuan pemerintah hanyalah stimulan. Apabila terdapat kebutuhan tambahan material di lapangan, seperti semen untuk penguncian sisi konblok agar lebih rapi dan kuat, diharapkan dapat dipenuhi melalui swadaya masyarakat. Dengan kebersamaan, hasil pembangunan akan lebih berkualitas, lebih awet, dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya 

Riska juga mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat tidak berhenti pada proses pembangunan, tetapi harus berlanjut dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan agar umur layanan jalan semakin panjang dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga.

Rapat koordinasi menghasilkan kesepakatan mengenai mekanisme teknis maupun administrasi pelaksanaan pembangunan. Seluruh panitia juga sepakat memperkuat koordinasi melalui Bidang Ulu-Ulu dan WhatsApp Group Pembangunan Jalan Konblok Tahun 2026 sebagai media komunikasi apabila terdapat kendala selama pelaksanaan pekerjaan.

Program pembangunan jalan lingkungan menjadi salah satu prioritas penggunaan Dana Desa sebagaimana diarahkan pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup warga melalui pembangunan yang dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Melalui kolaborasi antara pemerintah kalurahan, panitia pembangunan, dan masyarakat, Program Pembangunan Jalan Konblok Tahun 2026 diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur lingkungan yang berkualitas, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai modal sosial pembangunan di Kalurahan Condongcatur (Wasana / KIM Depok)

©️ 2026